Larung Ritual
English (EN)
The Larung Ritual is a Balinese ritual of spiritual cleansing — the practice of setting adrift offerings and sacred objects on the water to carry away negative energies, evil spirits, and the accumulated impurities of the community.
The Larung ritual is a form of “floating” offering, where offerings are placed on small boats or rafts made of coconut leaves, and then set adrift on the sea or a river. The offerings are carried by the current and returned to the ocean, symbolically taking with them the impurities of the community and restoring balance to the three-realms. The ritual is often performed during periods of spiritual crisis, after a death, or as part of the annual Nyepi celebrations.
The ritual is a manifestation of the water purification tradition, a reminder of the sekala-niskala principle — that the visible act of setting adrift is only a shadow of the invisible cleansing that it achieves. It is a connection to the the-forth-realm, a practice that ensures that the balance between the visible and invisible worlds is maintained. The Larung ritual is also a reminder of the mana-curse — that the pollution of the world is a sign that the spiritual energy of the land is weakening, and that the ritual is needed to restore it.
中文 (ZH)
拉隆仪式是巴厘灵性净化仪式——将祭品和圣物放置在水中漂流,以带走负能量、邪灵和社区积累的不洁之物。
拉隆仪式是一种“漂流”祭品的形式,祭品被放置在由椰叶制成的小船或筏子上,然后漂流到海上或河中。祭品随水流漂流,返回海洋,象征性地带走了社区的不洁之物,恢复了三界的平衡。这个仪式通常发生在灵性危机时期、有人去世后,或作为年度静居日庆祝活动的一部分。
这个仪式是水净化传统的一种显化,提醒着可见与不可见世界的原则——可见的漂流行为只是它所实现的无形净化的影子。它连接着第四界,是一种确保可见与不可见世界之间平衡得以维持的实践。拉隆仪式也提醒着灵力诅咒——世界的污染是土地灵性能量正在衰退的标志,仪式是恢复它所需要的。
Bahasa Indonesia (ID)
Ritual Larung adalah ritual pemurnian spiritual Bali — praktik menghanyutkan sesajen dan benda sakral ke air untuk membawa pergi energi negatif, roh jahat, dan ketidakmurnian yang terakumulasi dari komunitas.
Ritual Larung adalah bentuk sesajen “mengapung,” di mana sesajen ditempatkan di perahu kecil atau rakit yang terbuat dari daun kelapa, dan kemudian dihanyutkan ke laut atau sungai. Sesajen dibawa oleh arus dan dikembalikan ke laut, secara simbolis membawa ketidakmurnian komunitas dan memulihkan keseimbangan tiga alam. Ritual ini sering dilakukan selama periode krisis spiritual, setelah kematian, atau sebagai bagian dari perayaan Nyepi tahunan.
Ritual ini adalah manifestasi dari tradisi pemurnian air, pengingat dari prinsip sekala-niskala — bahwa tindakan menghanyutkan yang terlihat hanyalah bayangan dari pembersihan tak terlihat yang dicapainya. Ini adalah koneksi ke Alam Keempat, praktik yang memastikan bahwa keseimbangan antara dunia yang terlihat dan tak terlihat dipertahankan. Ritual Larung juga mengingatkan pada kutukan mana — bahwa pencemaran dunia adalah tanda bahwa energi spiritual tanah sedang melemah, dan ritual diperlukan untuk memulihkannya.
知识关联
- 参见: bali
- 参见: bali-sea
- 参见: three-realms
- 参见: the-forth-realm
- 参见: mana-curse
- 参见: sekala-niskala
- 参见: bali-agama-tirtha
- 参见: ngaben
- 参见: nyepi
- 参见: galungan