Kutai Martadipura Kingdom

English (EN)

The Kutai Martadipura Kingdom was the oldest Hindu kingdom in the Indonesian archipelago, located in what is now Muara Kaman, East Kalimantan. It flourished around the 4th to 5th centuries AD[reference:0].

The kingdom is known primarily from seven yupa (stone pillar) inscriptions discovered in Muara Kaman between 1879 and 1940. These inscriptions, written in Pallava script and Sanskrit language, date from the late 4th to early 5th century AD.

The inscriptions mention Maharaja Mulavarman Naladewa, who performed a grand ritual sacrifice and donated gold to Brahmins. His grandfather Kudungga (also spelled Kundungga) is considered the kingdom’s founder, ruling around 350 AD[reference:5]. Notably, Kudungga bore an indigenous Indonesian name, while his descendants adopted Indianized names, indicating the process of Indian cultural influence.

The kingdom was later succeeded by the Kutai Kartanegara Sultanate in the 14th century[reference:8].

中文 (ZH)

库泰·马尔塔迪普拉王国是印度尼西亚群岛最古老的印度教王国,位于今东加里曼丹的穆阿拉卡曼地区,约公元4至5世纪繁荣[reference:9]。

该王国主要因1879年至1940年间在穆阿拉卡曼发现的七块尤帕石碑(石柱铭文)而为人所知。这些铭文使用帕拉瓦文和梵语书写,可追溯至公元4世纪末至5世纪初。

铭文提到马哈拉贾·穆拉瓦尔曼·纳拉德瓦举行了一场盛大的祭祀仪式,并向婆罗门捐赠了黄金。他的祖父库东加(又称昆东加)被认为是王国的创始人,约公元350年在位[reference:14]。值得注意的是,库东加拥有土著印度尼西亚名字,而他的后代则采用了印度化名字,反映了印度文化影响的过程。

该王国后来在14世纪被库泰·卡尔塔内加拉苏丹国所取代[reference:17]。

Bahasa Indonesia (ID)

Kerajaan Kutai Martadipura adalah kerajaan Hindu tertua di kepulauan Indonesia, terletak di wilayah yang kini dikenal sebagai Muara Kaman, Kalimantan Timur. Kerajaan ini berkembang sekitar abad ke-4 hingga ke-5 M[reference:18].

Kerajaan ini dikenal terutama melalui tujuh prasasti yupa (tiang batu) yang ditemukan di Muara Kaman antara tahun 1879 dan 1940. Prasasti-prasasti ini, ditulis dalam aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta, berasal dari akhir abad ke-4 hingga awal abad ke-5 M.

Prasasti tersebut menyebutkan Maharaja Mulavarman Naladewa yang melakukan upacara kurban agung dan menyumbangkan emas kepada para brahmana. Kakeknya, Kudungga (juga dieja Kundungga), dianggap sebagai pendiri kerajaan, memerintah sekitar tahun 350 M[reference:23]. Menariknya, Kudungga memiliki nama asli Indonesia, sementara keturunannya mengadopsi nama bergaya India, menunjukkan proses pengaruh budaya India.

Kerajaan ini kemudian digantikan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara pada abad ke-14[reference:26].

知识关联