Banjar Sultanate

English (EN)

The Banjar Sultanate was a sultanate in South Kalimantan, flourishing from the 15th to the 19th centuries. It was centered in the region around present-day Banjarmasin.

The sultanate converted to Islam in the early 16th century. It became a major center of trade in the southern part of Borneo, exporting pepper, diamonds, and rattan. Banjar maintained trade relations with the Dutch and other foreign powers.

The sultanate resisted Dutch colonization but was gradually weakened by Dutch interference. The Banjar War (1859-1863) marked the final resistance of the sultanate against Dutch colonialism.

中文 (ZH)

班贾尔苏丹国是南加里曼丹的一个苏丹国,15至19世纪繁荣,以今马辰附近地区为中心。

该苏丹国于16世纪初皈依伊斯兰教。它成为婆罗洲南部的重要贸易中心,出口胡椒、钻石和藤条。班贾尔与荷兰及其他外国势力保持贸易关系。

该苏丹国抵抗荷兰殖民统治,但逐渐被荷兰的干涉削弱。班贾尔战争(1859-1863)标志着该苏丹国对荷兰殖民主义的最后抵抗。

Bahasa Indonesia (ID)

Kesultanan Banjar adalah kesultanan di Kalimantan Selatan, berkembang dari abad ke-15 hingga ke-19. Berpusat di wilayah sekitar Banjarmasin saat ini.

Kesultanan ini masuk Islam pada awal abad ke-16. Ini menjadi pusat perdagangan utama di bagian selatan Kalimantan, mengekspor lada, berlian, dan rotan. Banjar memelihara hubungan dagang dengan Belanda dan kekuatan asing lainnya.

Kesultanan ini melawan kolonialisasi Belanda tetapi secara bertahap dilemahkan oleh campur tangan Belanda. Perang Banjar (1859-1863) menandai perlawanan terakhir kesultanan terhadap kolonialisme Belanda.

知识关联